Operasi Estetik Kelopak Mata

 

“Eyes are the windows of one’s soul”

 

 

 

Dr. Ahmad Fawzy, SpBP

 

Anggota

Ikatan Dokter Indonesia

(IDI)

1101.75134

 

Anggota

Perhimpunan Ahli BedahPlastik Indonesia (PERAPI)

0081-2007-08

 

 

TELUSURI TOPIK :

 

 

KENALI JUGA HAL-HAL BERIKUT :

 

bedah-plastik.com - Mata adalah jendela jiwa kita. Ungkapan ini seringkali kita dengar, sehingga tidak heran begitu banyak orang yang mendambakan penampilan mata yang indah. Keinginan memiliki lipatan kelopak atas mata yang cantik adalah hal yang sering disampaikan oleh klien kepada dokter bedah plastik di Asia. Tidak hanya klien wanita, klien pria pun seringkali menyampaikan keinginan serupa. Secara umum, alasan tersering yang melatarbelakangi keinginan tersebut adalah bentuk kelopak mata yang sudah mengendur akibat penuaan (droopy, baggy). Alasan lain yang juga sering disampaikan adalah tidak adanya lipatan kelopak atas mata pada golongan etnis oriental.

 

Operasi perbaikan kelopak mata tidaklah rumit secara teknik operasi. Operasi tersebut dapat dilakukan dalam keadaan pembiusan setempat (sadar, tidak tidur), dan waktu operasi + 1 jam. Namun, tidak berarti jenis operasi ini mudah, perlu kecermatan dan ketepatan yang tinggi untuk mencapai hasil akhir pascaoperasi yang ideal.

 

 

Operasi kelopak atas mata

 

Prinsip membuat lipatan kelopak atas mata adalah membuang kelebihan lemak pada daerah yang direncanakan pembuatan lipatan kelopak mata, mengurangi kelebihan kulit pada daerah yang dikurangi jaringan lemaknya, serta melekatkan kulit sisa di tarsus (jaringan rawan di dasar kelopak mata).

 

Ada beberapa pedoman dokter bedah plastik dalam mencapai penampilan kelopak atas mata yang segar dan cantik. Kiat-kiat tersebut dijabarkan dalam 5 “S”, yaitu shape atau bentuk lipatan kelopak atas mata, size atau ukuran lipatan, slant atau derajat kemiringan lipatan kelopak atas mata, symmetry atau keseragaman kedua kelopak atas mata kanan dan kiri, serta scar atau parut bekas luka operasi yang tersamar.

 

Adapun bentuk dan kelengkungandesain kelopak atas mata adalah hal pertama yang sangat penting didiskusikan antara klien dan dokter. Hal ini berkaitan erat dengan hubungan desain lipatan kelopak mata dengan bentuk keseluruhan struktur mata luar (jarak antar mata, bukaan mata, bentuk alis mata, dll) dari klien. Dalam hal ini, penggunaan instrumen bantu fotografi sangat membantu dalam hal memberi gambaran kepada klien bentuk desain kelopak mata pra- dan pascaoperasi.

 

Kemudian selain bentuk, ada beberapa ukuran yang penting dicermati dalam tujuan menghasilkan bentukan kelopak atas mata yang segar. Ukuran-ukuran tersebut antara lain ukuran tinggi kelopak atas mata, ukuran bukaan normal mata, ukuran jarak antara desain lipatan kelopak atas mata dengan batas bawah alis mata, dan jarak titik awal desain lipatan dengan batas pangkal hidung.

 

Kemiringan bentuk kelopak mata seringkali luput dari perhatian dalam prosedur operasi kelopak atas mata. Sumbu mata ditarik sebagai garis maya antara sudut mata dalam (medial canthus) dan sudut mata luar (lateral canthus). Survei menyebutkan mata yang cantik memiliki kemiringan sumbu mata terhadap garis horizontal, seperti mata kucing. Dalam ukuran desain, sudut mata luar harus sedikit lebih tinggi 2-3 mm daripada sumbu horizontal sudut mata dalam.

 

Selama prosedur operasi berlangsung, kelopak atas mata terus dievaluasi berulang-ulang untuk mencapai ketepatan/presisi yang baik, serta keseragaman antara kelopak atas mata kanan dan kiri. Tidak akan pernah terjadi tingkat ketepatan 100%, karena Tuhan Sang Maha Sempurna sendiri tidak pernah menciptakan manusia dalam bentuk kanan-kiri yang benar-benar sama. Yang penting sekali diusahakan adalah tingkat perbedaan seminimal mungkin antara kelopak atas mata kanan dan kiri. Sedapat mungkin batas perbedaan tersebut kurang dari 1 mm.

 

Kulit kelopak atas mata adalah kulit paling tipis di antara kulit di anggota-anggota tubuh yang lain, dengan ketebalan kurang dari 1 mm. Kelopak atas mata juga memiliki sifat jaringan kulit yang longgar. Setiap luka atau perlukaan yang terjadi di kelopak atas mata akan memberikan parut bekas luka yang baik karena tidak ada ketegangan kulit selama penutupan dan penyembuhan luka. Dalam hal operasi kelopak atas mata, luka sayatan akan ditutup dengan teknik jahitan di dalam kulit sehingga memberikan kenyamanan dan tidak memberi tanda/bekas. Dalam 7 hari setelah prosedur operasi, saat kekuatan pertautan jaringan dan kematangan penyembuhan luka sudah mencapai 80%, jahitan dapat dilepaskan.

 

 

Operasi kelopak bawah mata

 

Kantung kelopak bawah mata adalah salah satu hal yang menjadi ciri khas proses penuaan. Kantung kelopak bawah mata terjadi akibat adanya kekenduran kulit dan kelemahan otot-otot bingkai mata akibat proses bertambahnya usia. Prinsip membuat lipatan kelopak bawah mata adalah mengurangi kulit dan lemak bawah kulit yang berlebih, mengeratkan (reduksi) otot bingkai mata, serta mengurangi tarsus (jaringan rawan kelopak mata).

 

Meskipun detil teknik operasi tidak serumit operasi kelopak atas mata, tetap saja kecermatan dan ketepatan harus diperhatikan dengan seksama. Hal yang penting diperhatikan adalah jumlah jaringan lemak yang dibuang, serta berapa kelebihan kulit sisa yang boleh dibuang. Jika kedua hal tersebut tidak diperhatikan dengan seksama, tampilan kelopak bawah mata dapat menjadi aneh. Kelopak bawah mata dapat menjadi melekuk cekung, dan/atau tepi kelopak bawah mata tertarik ke bawah menimbulkan bukaan mata yang lebih lebar dan seram.

 

Seperti juga operasi kelopak atas mata, luka sayatanakan ditutup dengan teknik jahitan di dalamkulit sehingga memberikan kenyamanan dan tidak memberitanda/bekas. Dalam 7 hari setelah prosedur operasi, saat kekuatan pertautan jaringan dan kematangan penyembuhan luka sudah mencapai 80%, jahitan dapat dilepaskan.

 

 

Persiapan Praoperasi

 

Tidak ada pemeriksaan khusus menjelang operasi kelopak mata jika klien memilih pembiusan setempat (sadar, tidak tidur). Jika klien memilih pembiusan umum (tidur), biasanya dokter ahli bius akan memintakan pemeriksaan darah praoperasi. Bila klien berusia di atas 40 tahun, dokter bedah plastik akan menganjurkan klien untuk memeriksakan kondisi kesehatan jantung dan paru-parunya terlebih dahulu.

 

Untuk kepentingan penyembuhan luka dan hasil akhir yang baik, klien disarankan untuk tidak merokok dan minum alkohol 3 minggu sebelum dan sesudah operasi.

 

 

Pascaoperasi Dan Proses Penyembuhan

 

Klien biasanya akan mengalami bengkak dan biru-biru hebat selama ± 1 minggu pascaoperasi di sekitar mata, dahi (pada operasi kelopak atas mata), pipi (pada operasi kelopak bawah mata); tampilan ini berangsur-angsur hilang setelah minggu ke-2. Setelah minggu ke-2 biasanya klien akan merasa seperti tertarik-tarik, dan sensasi ini akan berangsur-angsur reda sampai 1 bulan pascaoperasi.

 

Klien boleh make-upsetelah 2 minggu pascaoperasi untuk menyamarkan bengkak dan biru. Hasil akhir kelopak mata yang baru akan terlihat baik dan terasa nyaman setelah 2 bulan pascaoperasi.

 

 

Situs ini disusun dengan maksud memberi sekilas pandangan kepada khalayak awam mengenai hal-hal yang terkait dengan prosedur operasi bedah plastik. Semoga informasi yang disampaikan di sini dapat memberi pencerahan atau penjelasan untuk Anda yang ingin tahu dan tertarik dengan prosedur-prosedur yang diuraikan. Namun bagaimana pun, untuk hal-hal yang lebih rinci, ada baiknya Anda berkonsultasi langsung kepada Dokter.

 

 

Kembali ke halaman muka.

 

Bilamana ada informasi yang menurut Andakurang jelas, Anda dapat menghubungi Dokter di email ahmadfawzy@hotmail.com, atau
di twitter @bedahplastik. Mohon Anda bermaklum bahwa fasilitas email dan twitter tersebut tidak diperuntukkan untuk kepentingan
konsultasi,karena bagaimana pun konsultasi medis yang baik tidak dapat difasilitasi lewat email atau twitter tetapi hanyalewat sesi
bertemu muka agar evaluasi dan diskusi mengenai masalah Anda berlangsung secara komprehensif. Terima kasih.