Sumbing Bibir Dan Celah Langit-Langit Rongga Mulut

 

"Anak-anak dengan cacat sumbing bibir terlahir bukanlah akibat kutukan

 

 

Dr. Ahmad Fawzy, SpBP

 

Anggota

Ikatan Dokter Indonesia

(IDI)

1101.75134

 

Anggota

Perhimpunan Ahli BedahPlastik Indonesia (PERAPI)

0081-2007-08

 

 

TELUSURI TOPIK :

 

 

KENALI JUGA HAL-HAL BERIKUT :

 

bedah-plastik.com - Anak-anak dengan cacat sumbing bibir (cleft lip, labioschizis, cheiloschizis) terlahir bukanlah akibat kutukan, atau akibat dosa turunan dari orang tua mereka. Ini adalah kelainan bawaan dalam bentuk ketidakutuhan (celah) pada bibir akibat gangguan proses penyatuan sisi kiri dan kanan janin saat di dalam kandungan. Celah dapat terbatas pada bibir, namun tidak jarang celah meluas sampai ke gusi dan langit-langit rongga mulut. Seringkali terjadi kelainan sumbing bibir ini ada bersamaan dengan kelainan-kelainan bawaan lahir lainnya.

 

Penyebab kelainan ini sampai kini belum bisa diidentifikasi pasti, namun menilik sebaran penderita kebanyakan berasal dari golongan ekonomi lemah, diduga kuat faktor gizi saat kehamilan serta faktor kelelahan atau cedera fisik saat kehamilan memiliki pengaruh besar menciptakan kelainan ini pada janin dalam kandungan.

 

Dalam hal persiapan operasi, bayi / anak  akan dievaluasi untuk menilai kemampuan dan daya tahan tubuhnya terhadap tindakan operasi. Prasyarat yang lazim digunakan untuk menyatakan kesiapan atau kelayakan seorang bayi / anak boleh dioperasi adalah Ralph Millard’s rule of ten: yaitu berat badan anak lebih dari 10 pounds atau sekitar 5 kg atau usia bayi / anak lebih dari 10 minggu, kadar Hemoglobin darah lebih dari 10 gr % menunjukkan kemampuan oksigenasi anak baik, serta hitung jumlah sel darah putih kurang dari 10.000 per mL menunjukkan anak dalam daya tahan tubuh baik. Bilamana prasyarat ini terpenuhi, maka anak akan terjamin suatu operasi yang aman, dengan risiko pembiusan dan risiko pembedahan yang minimal serta prediksi kesembuhan yang baik.

 

Bilamana prasyarat tersebut belum terpenuhi, operasi ditunda dengan beberapa petunjuk diberikan kepada orang tua untuk diikuti selama masa perbaikan kondisi anak. Misalnya: (1) Petunjuk memberi minum secara hati-hati agar pasien bayi tidak tersedak, antara lain dengan dot khusus atau dengan bantuan sendok secara perlahan dalam posisi setengah duduk atau tegak. (2) Selain itu, celah pada bibir harus direkatkan dengan menggunakan plester untuk menjaga agar celah pada bibir menjadi tidak terlalu jauh akibat proses tumbuh kembang rahang atas yang tidak semestinya, karena jika hal ini terjadi tindakan koreksi pada saat operasi akan menjadi sulit dan secara kosmetika hasil akhir yang didapat tidak sempurna. (3) Orang tua agar melengkapi imunisasi pada bayi / anaknya sesuai dengan program, hal ini penting agar pada saat operasi bayi / anak berada dalam kondisi daya tahan tubuh yang baik.

 

Secara normal, anak mulai berlatih bicara pada usia 5-6 bulan dan terus berkembang sampai usia 2 tahun saat kemampuan bicara anak akan lengkap dan berhenti. Atas pertimbangan itu, operasi bibir (labioplasty) ideal bila dilakukan pada usia 3-6 bulan sampai 2 tahun. Jika koreksi anatomi bibir sudah sempurna pada usia 6 bulan, pengucapan huruf bibir (B, F, M, P, V, W) tidak terganggu. Bila koreksi anatomi bibir dilakukan lewat dari usia 2 tahun maka ada risiko pengucapan huruf bibir tak sempurna dan menetap (meskipun masih dapat ditoleransi).

 

Tahap berikutnya bila ada celah langit-langit, operasi langit-langit (palatoplasty) harus dilakukan sebelum usia 2 tahun, dengan waktu ideal sebelum usia 18 bulan. Hal ini terkait apabila diperlukan operasi ulangan (bilamana tersisa celah pada operasi sebelumnya) dapat  tuntas dilakukan sebelum usia 2 tahun. Keterlambatan koreksi anatomi langit-langit menyebabkan anak akan sengau secara permanen.

 

Segera setelah operasi langit-langit program harus berlanjut dengan terapi wicara (speech therapy) untuk melatih anak bicara tanpa sengau dan mengucapkan huruf-huruf yang baik. Tanpa terapi wicara, anak akan tetap sengau dan terbiasa melafalkan pengucapan yang salah meskipun celah pada langit-langit sudah tertutup rapat.

 

Untuk penderita bibir sumbing dan celah langit-langit yang datang untuk operasi ketika usia sudah melebihi batas usia optimal, keberhasilan operasi hanya mencapai tujuan estetis anatomi bibir dan langit-langit saja sedangkan secara fungsi perbaikan pengucapan tidak akan tercapai, seperti suara yang tetap sengau dan lafalisasi beberapa huruf tetap tidak sempurna. Tindakan terapi wicara (speech therapy) pun tidak akan banyak bermanfaat.

 

 

 

Situs ini disusun dengan maksud memberi sekilas pandangan kepada khalayak awam mengenai hal-hal yang terkait dengan prosedur operasi bedah plastik. Semoga informasi yang disampaikan di sini dapat memberi pencerahan atau penjelasan untuk Anda yang ingin tahu dan tertarik dengan prosedur-prosedur yang diuraikan. Namun bagaimana pun, untukhal-hal yang lebih rinci, ada baiknya Anda berkonsultasi langsung kepada Dokter.

 

 

Kembali ke halaman muka.

 

Bilamana ada informasi yang menurut Andakurang jelas, Anda dapat menghubungi Dokter di email ahmadfawzy@hotmail.com,atau
di twitter @bedahplastik. Mohon Andabermaklum bahwafasilitas email dan twitter tersebut tidakdiperuntukkan untukkepentingan
konsultasi,karena bagaimana pun konsultasi medis yang baik tidak dapat difasilitasi lewat email atau twitter tetapi hanyalewat sesi
bertemu muka agar evaluasi dan diskusi mengenai masalah Anda berlangsung secara komprehensif.Terima kasih.